Emh… cinta memang tak selamanya indah. Tak jarang kehadiran cinta dalam hati kita justru ‘hanya” menambah buruk permasalahan yang telah ada. Dan yang lebih buruk, hadirnya cinta justru membuat kita mengeluh “Kenapa sih Tuhan harus menghadirkan cinta, kalau keadaannya mesti seperti ini, hanya membuat hati tersiksa dan jiwa terpenjara”. Salah kalau kita menyalahkan cinta, karena cinta, anugerah yang diberikan Tuhan dari semenjak insan lahir didunia, dan sudah satu paket dalam diri manusia.
Seperti pepatah bilang “one cannot choose love, it is love that chooses”, hingga kadang kita tak mengerti, “kenapa sih harus jatuh cinta sama si dia, padahal dia itu kan seorang ……” Yups cinta datang memang tak memandang bulu, untuk siapa dan pada siapa kita jatuh cinta.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana bila kita terlanjur jatuh cinta pada seorang yang salah? Apakah kita akan berusaha menciptakan kisah seperti di sinetron-sinetron teve, jadi seorang “hero” yang mampu mengubah dia menjadi seseorang yang lebih baik? Atau malah sebaliknya, justru kita sendiri yang akhirnya harus terseret kedalam dunia dia?
Alkisah, seorang teman penulis pernah mengalami kondisi seperti ini, jatuh cinta pada orang yang salah. Cinta yang dikhayalkan begitu indah, dan tentunya mampu memberikan ketenangan bathin, justru malah hadir dalam wujud yang sebaliknya. Mencintainya dari hari ke hari hanya memberikan sakit hati dan tentunya makan hati yang tiada ujung.
Bayangin, saat dia berada di rumah sang pacar, sang pacar malah asyik SMS-an sama cowo lain di belakangnya. Yang sangat menyakitkan lagi, suatu hari dia diminta oleh pacarnya untuk datang ke warnetnya. Anda pasti akan mengira bahwa si teman penulis ini akan merasa bahagia, karena dia bisa sekalian “apel” dan memanfaatkan moment ini untuk bisa berduaan dengan sang pacar?
Tapi… yang terjadi malah sangat menyakitkan, si teman penulis ini justru di bohongi dengan alibi gak boleh keluar malam (tapi pada saat itu masih jam setenga lapan lebih tepatnya 19:43 wib) justru malah pergi dengan cowok lain?!! Dan pulangnya jam setengah satu malam tepatnyanya 00:32 wib, lalu dia sms ke teman penulis ini, I luv u. Bayangin, pasti menyakitkan kan?
Mungkin bagi teman penulis, cinta adalah urusan hati dan perasaan, tapi pandangan berbeda ditunjukkan oleh sang pacarnya, bahwa cinta adalah urusan senang, uang dan kepuasaan! Tak mengherankan karena perbedaan pandangan inilah yang akhirnya melahirkan kisah cinta yang tak sejalan dan tak searah. Dan disini cinta menampakkan wujud dualismenya, bahwa dia (cinta) tak selamanya indah!
Awalnya si teman penulis, bertekad ingin berusaha “mengubah” sang pacar, biar bertobat dan menjadikannya seorang yang lebih baik? Tapi… ini hidup bung!… bukan sinetron dengan happy ending. Dalam dunia nyata, mengubah jalan hidup seseorang bukanlah hal mudah. Mengubah sikap dan sifat seseorang tidak bisa dilakukan dalam beberapa episode seperti di sinetron-sinetron. Seseorang yang sudah terbiasa dengan “jalan hidupnya”, akan sangat sulit untuk meninggalkan jalannya tersebut, terkecuali dia mendapat suatu mukjizat dan sadar bahwa jalan yang ditempuhnya itu salah.
Akhirnya, daripada makan hati terus menerus teman penulis memutuskan dengan bulat hati, bahwa “dunia tetap berputar tanpanya”. Yups, akhirnya dia nggak tahan dan memilih untuk melupakan sang pacar tersebut.
Sebuah kisah yang mungkin tidak mencerminkan “semangat pantang menyerah”, tapi… bila ternyata Tuhan menciptakan seseorang yang lebih baik untuk kita, lalu kenapa kita harus mempertahankan seseorang yang hanya akan memberikan penderitaan bathin pada kita. Kita sebagai manusia selalu berharap mendapatkan yang terbaik dalam hidup, dan yakinlah kita memang akan mendapatkan yang kita harapkan tersebut. Bila kita menginginkan cinta yang murni dan suci, yakinkah bahwa kita memang mampu mendapatkan cinta seperti ini. Jadi, jangan ragu untuk terus mencari dan berusaha sampai kita mendapatkan apa yang memang benar-benar kita inginkan dalam hidup ini
Jumat, 30 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

14 komentar:
Like this, terus berkarya bro. berusaha pantang menyerah,jangan menyerah pada takdir,karena kita tidak tau takdir kita akan seperti apa :) mencarilah maka kamu akan mendapatkan :)
tq,Sang.. ternyata enak juga ngeblog yaa ?
wkwkwkwk,
jdi ter hAru w lo ceria gitu.
ga pa2 buat pengalaman kya gtu....!!
biar tambah bijak.....ahaiiii
.........
wkwkwkkwkw..........
tetep semangat cari cinta sejati cuy...
Anonim mengatakan...
wkwkwkwk,
jdi ter hAru w lo ceria gitu.
----------------------------------
bukan gw bro, tapi temen gw. makanya baca yang bener.
rhenni dong sun : makasih yaa dd
sama-sama bro,klo ada apa-apa tinggal blang w ajj,
spa tau w bisa bantu ,ok
si bob lagi patah hati.. hehehehhee
sukses dweh,,,,,
smoga lo bsa lbigh detail ma cinta,,,
jgan detail'a ma doku aje,,,
ehehehheh
kadang cinta searah kadang tidak namun apapun itu kita harus menerimanya dngn apa adanya............
sabar aja yah memang dunia ini kadang adil kadang enggak seperti pepatah "bunga mawar lebih menyakitkan daripada bunga rafflesia arnold"
gw suka kata2 lw bro.. tq yoo
yes sama-sama
blog baru ya kk ?
Memang pedih bro... bila disakiti orang yang telah kt cntai.
Posting Komentar